Rabu, 03 April 2013

Prosedur POST (Power on Self-Test)


POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting,
proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah
sebagai berikut :


a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas
    pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal
    power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
    baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan
    instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca.
    Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program
    POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan
    baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting
    hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk
    pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori
    akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis
   untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut
    harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data.
    Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
    Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC
    akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST.
    Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan
     melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di
    layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

0 komentar:

Posting Komentar

Jumlah Pengujung

About

Blogger news

Blogroll

Pages